Beranda > Dunia oh dunia, Nasionalism > kemerdekaan yang palsu

kemerdekaan yang palsu

“merdeka, merdeka, merdeka…!” off…. Stooop..!! Baca dulu yang ini.

Sebabnya saya bukanlah patriotis dan nasionalis sejati, tapi bukan berarti saya tak mencintai negri ini, hanya melampiaskan perasaan hati yang sedang begejolak.

Jika dilihat dari realitas yang ada di negri Indonesia yang tercinta ini, saya rasa kemerdekaan yang ke 64 ini terasa sangat palsu dan semakin palsu disetiap tahunnya. Bagaimana saya tidak berpikir seperti itu, lihat saja terror yang masih tersebar di sekeliling kita. Maksudnya seperti kemiskinan, pengangguran, biaya hidup yang menggila, terorisme dan masih banyak lagi yang harus dimerdekakan. Terutama pada rakyat kecil yang semakin mengecil karna kerakusan para birokrat.:mrgreen:

Secara simbolis sah sah saja kita menyebut negara ini sudah atau telah merdeka dari penjajahan belanda dan jepang kala itu, tapi jika dari sisi kejiwaan atau batin gak ada satupun yang bisa disebut merdeka untuk rayat kecil seperti saya ini. Tekanan batin ini sudah mempersempit ruang untuk bernafas. Apalagi jika saya harus teriak teriak merdeka, semakin palsulah kegembiraan yang saya teriakkan.

  1. Zazak
    September 25, 2009 pukul 1:54 pm

    Kemerdekaan yg dpekikan hnylah pngakomodir pengakuan menjdi sbuah legalitas .. Realitas brkata.. “wahai indonesia engkau bleh mrdeka tp kmrdekaanmu untk “AKU”..”

  2. November 16, 2009 pukul 7:01 am

    hakekat mardeka adalah: bebas berkehendak , berbuat dan berekspresi tanpa tekanan dari bangsa lain. Betul… kia sudah merdeka, tetapi kita masih dijajah oleh bangsa kita sendiri yang nyata2 lbh kejam dari bangsa penjajah manapun.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: