Beranda > Dunia oh dunia > Sinetron=pembodohan publik

Sinetron=pembodohan publik

Setujukah jika sinetron adalah suatu bentuk pembodohan massal masyarakat indonesia? Bagi yg sependapat mungkin tapi pasti akan menjawab setuju,tapi tentu saja tidak bagi yg sebaliknya!
Sinetron buatku hanyalah sebuah doktrin sampah yg mendidik para monyet untuk bertingkah seperti manusia/manusia yg seperti monyet.(apa maksudnya ya?) Sinetron dominan selalu bertemakan cinta,cinta,cinta dan cinta dan sekali lagi cinta.Belum lagi para pemeranya yg juga dominan “balita” (maksudnya anak2x yg belum pantas untuk bicara cinta) yg aktingnya gak kalah ma seniornya.(katanya…)
n sinetronnya dah gak mutu,jiplakan pula.
Dari sekian banyaknya sinetron yg paling kubenci adalah sinetron yg selalu menyuguhkan tema percintaan antara anak2 yg baru ketahuan gede yg sudah sangat pandai berakting mesra2xan,memaki,licik (pemerannya juga bertampang picik),atau tampang polos gak punya dosa yg teraniaia.Tp para pelaku akting malah mengatakan itu adalah bentuk akting yg profesional… (profesional?! Kacangan kale…) yg katanya “matanya itu loch,bicara”.(ini nih yg pintar dibodohi yg bodoh dibudayakan).
Jika kamu sekarang sedang menonton sebuah sinetron,pelajaran apa yg bisa kamu ambil dari sinetron yg kamu tonton? Kurasa… Gak ada pelajaran positif yg bisa diambil dari sinetron kecuali ada orang tua yg membiarkan anak2nya menjadi semakin bodoh karena sinetron.
Jadi intinya… Sinetron adalah ladang yg tepat untuk memanen generasi bodoh masa depan setetelah dijajah jepang dan belanda.

  1. Mei 9, 2008 pukul 12:50 pm

    kembali persoalan media mainstream, yang menyebarkan produk yang tidak berkualitas baik itu dari segi educated maupin sisi persfektif buday.
    menjual mimpi,infotaiment2 memuakan, reality show kacangan, mendingan gw nonton marga satwa aja:mrgreen:

  2. Mei 12, 2008 pukul 11:42 am

    SETUJU KARNA SINETRON ITU CUMA KARANGAN BELAKANG….” GARA-GARA ITU SINETRON SAUDARA KITA BANYAK YG JD IKUT-IKUTATAN SELEBRITI CUMA MAU NONGOL DI TV AJA….””’ PAHA DADA SERING DI PERTONTONKAN LEBIH BAIK ITU TV DI MATI KAN….”’ BAGAI MANA MENURUT SAUDARA KU SEKALIA……””””,,,,,,,,/////…..

  3. Joko gokil
    Mei 12, 2008 pukul 12:16 pm

    Saya juga setuju…

  4. Kampimen
    Mei 12, 2008 pukul 12:29 pm

    Sinetron emang bikin bodo dan gak sedikit juga jadi korbannya, maka dari itu kita harus menjaga anak2 kita dari tontonan yg tidak bermutu.
    Saya setuju!!!

  5. Mei 18, 2008 pukul 12:20 pm

    Hah, matanya yang maen… ya iya lah, tiap kali ada yang melotot kameranya langsung zoom gitu (trus ada sound effect cymbal), ya otomatis kita cuma bisa ngeliat matanya doang.

  6. Dian
    Mei 24, 2008 pukul 12:29 am

    Aku memang gak suka tontonan seperti sinetron,bener kata komentar di atas,mendingan nonton suwaka marga satwa.

  7. ssw
    Juni 14, 2008 pukul 5:41 pm

    mendingan nonton teater di TIM, ato nonton bioskop di Megaria….

    sinetron sekarang gak bermutu

  8. nn
    Agustus 14, 2008 pukul 1:55 am

    ya kalo begitu, jika kita tak mau dibodohi kenapa kita tetap diam dan hanya bisa berkata-kata saja tunjukan hasil dari omongan kalian

  9. September 24, 2008 pukul 12:11 pm

    sinetron bangcad, mending maen audi kan bikin bloon

  10. September 24, 2008 pukul 12:14 pm

    Ayo dance lebih bermutu dari pada sinetron,,,,,,,,, makanya hayu rame2 qt maen audi,, hohohohohoh
    Fuck Artiz yg bikin generasi penerus bangsa idiot

  11. November 2, 2008 pukul 11:42 pm

    jangan berharap unggul dengan skill bualan ala Media TV .
    Memang memuakkan melayani diplomasi scene lawakan / tapi pasti kalian dapatkan jika kalian menginginkan konflik atas nama kebanggaan.sinetron=
    menabur bensin dan tak pernah punya nyali menyalakan korek / membacot dibelakang punggung lebih parah dari CekNRicek

  12. November 2, 2008 pukul 11:43 pm

    apa ngga bikin malu nih???
    kemana kreativitas bangsa kita?
    kapan dunia perfilman indo mau maju kalo kerjaannya jiplak terus???
    TANYA KENAPA…….

  13. November 2, 2008 pukul 11:43 pm

    MC hari ini lebih banyak memakai topeng dari Zapatista / hampir sulit membedakan antara bacot patriot dan miskin logika / bicara tentang skill dan kompetisi, mengobral sompral / jatuh setelah berkoar, lari dengan ujung kontol terbakar / MC butuh federasi dan breakbeats berdasi / untuk sekantung wacana basi dan eksistensi / MC Tampon, mencoba membuat mall menjadi Saigon / amunisi tanpa kanon, mucikari martir yang gagal mencari bondon / sarat kritik, kosong esensi seperti kotbah kyai Golkar / bongkar essay kacangan lulabi usang pasca makar / gelora manuver rima Kahar Muzakar / tak akan pernah dapat menyentuh beat pembebasan B-Boy Ali Asghar / hiphop chauvinis, kontol kalian bau amis, memang tak akan pernah habis / persis duet Hitler tanpa kumis dan Earth Crisis / krisis identitas, menyebut teman nongkrongnya ‘niggaz’ / sebut dan diss nama kami, kubuat bacot kalian karam seperti Tampomas / berusaha setengah mati menjadi negasi / berlindung dibelakang pembenaran interpretasi, basa-basi / mengobarkan kebanggaan dengan microphone terseret / tak sabar menunggu saat mo
    numental kalian berduet dengan Eurrico Guterrez /

    Ternyata rencana invasimu lebih meleset dari konsepsi / dan prediksi partai marxist akan kematian borjuasi / melemparkan invitasi MC pada setiap rima / dan Homicide masih mendominasi sensus kematian populasi akibat rajasinga / MC adalah negara yang membuat kontradiksi tak pernah final / tanpa menifestasi yang sesubstansial gerilyawan maoist di Nepal / lirikal neoliberal, yang memaksa indeks lirikmu turun drastis / dan terlihat lebih dungu dari logika formal, terlalu tipikal / dan masih jauh dibawah horizon minimal / memiliki nasib yang sama dengan PSSI dalam kancah internasional / hadirkan konfrontasi maka MC lari mencari pengacara / dan mengakhiri argumen dengan histeria seperti Yudhistira tanpa hak cipta / jangan berharap unggul dengan skill bualan ala TV Media / yang membuat kau dan Iwa tersungkur dalam satu kriteria
    ///representasi yang membuatmu nampak seperti fatamorgana / membuat setiap microphone battle berakhir dengan wajah yang sama / persetan dengan persatuan, hiphop hanya memiliki empat unsur / dua mikrofon, kau dan aku, tentukan siapa yang lebih dulu tersungkur /

    Memang memuakkan melayani diplomasi scene lawakan / tapi pasti kalian dapatkan jika kalian menginginkan konflik atas nama kebanggaan / bidani bacot murahan tentang imortalitas hiphop seperti liang dubur / pahlawan kesiangan yang membuat lagu lama konservatif keluar liang kubur / karena aku adalah seorang kapiten neraka / mematahkan pedang panjang para lokalis duplikat dan plagiat para Wu-Tang / arwah objek kritik lapuk layak sosialisme ilmiah / kalian ancam kami dengan lulabi akidah / paku dalam bingkai kaca keagungan moralitas, persetan kuantitas / kematian memang identitas yang tak perlu imortalitas / label adalah reduksi, komoditas residu industri / kultural hegemoni, membidani oponen dalam posisi / Prosa pramudya yang bukan Ananta Toer / Mengepal jemari meski dengan batas teritori yang terkubur / / memenej kalbu tanpa retorika Aa Gymnastiar / menembus urat nadi distribusi tanpa harus membuat izinku terdaftar / MC menabur bensin dan tak pernah punya nyali menyalakan korek / membacot dibelakang punggung lebih parah dari CekNRicek

    [] MC Yang sama petantang-petenteng
    sekarang membawa aikon biz lebih banyak daripada anggota Slank
    Kalian para martir hiphop, patriot tai kucing
    Yang membela lubang pantat logika dengan darah
    Siapkan microphone kalian dan siapkan untuk menutup lubang tai sejarah
    dan bagi kalian yang menginterpretasikan lagu ini untuk kalian..
    Lebok tah Anjing! []

  14. diki
    Maret 6, 2010 pukul 9:18 pm

    waakakakkakaka…
    tuh lirik homicide bgt..
    ya kan bung damsix??

    dunia trnya kcil y..

  15. September 7, 2011 pukul 10:50 pm

    SETUJU Banget ! Sebab sinetron Indonesia umumnya tidak mempunyai :
    1. Kepekaan Nilai Sosial.
    2. Tidak punya nilai seni sastra.
    3. Tidak punya nilai artistik visual.
    4. Tidak punya karakter cerita (kejar tayang dan O BESAR bobotnya)
    5. Yang paling parah, komunikasi di dalamnya tidak memiliki ilai filosofis sama sekali.
    Bagaimana dengan pendapat agan2 ?

  16. Juli 21, 2013 pukul 5:48 am

    I haven’t checked in here for some time because I thought it
    was getting dull, yet the last few posts are very good quality so I
    guess I’ll add you back to my daily bloglist. You deserve it my buddy.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: